Program Full-Day TK Islam Impianku Jadi Alternatif Daycare di Malang

Bagi orang tua yang bekerja hingga sore, mencari tempat untuk mendampingi anak usia dini bukan sekadar soal siapa yang menjaga anak selama jam kerja. Ada pertanyaan yang lebih penting: apakah anak hanya dititipkan, atau tetap

Written by: Fajar

Published on: 12/09/2026

Bagi orang tua yang bekerja hingga sore, mencari tempat untuk mendampingi anak usia dini bukan sekadar soal siapa yang menjaga anak selama jam kerja. Ada pertanyaan yang lebih penting: apakah anak hanya dititipkan, atau tetap mendapatkan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang, pembentukan karakter, ibadah, kemandirian, dan kemampuan sosialnya?

Kebutuhan seperti ini membuat pencarian daycare di Malang sering kali berkembang menjadi pencarian program pendidikan yang dapat berlangsung dari pagi sampai sore. Terutama bagi keluarga dengan anak usia 2,5–6 tahun yang ingin menghindari perpindahan dari sekolah pagi ke tempat penitipan pada siang hari.

Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah Program Full-Day KB-RA IT Impianku Malang. Program ini menggabungkan pendidikan anak usia dini dengan pendampingan hingga sore dalam satu lingkungan sekolah, sehingga kegiatan belajar, makan, istirahat, bermain, ibadah, dan keterampilan hidup dapat berjalan dalam ritme yang lebih teratur.

Full-Day Bukan Sekadar Menambah Jam di Sekolah

KB-RA IT Impianku Malang, yang mengusung identitas Impianku Global Islamic Preschool & Kindergarten, merancang program Full-Day bukan sebagai kelas pagi yang diperpanjang hingga sore.

Konsepnya justru membagi waktu anak berdasarkan kebutuhan perkembangan. Setelah pembelajaran utama, anak mendapatkan kesempatan untuk makan, beristirahat, bermain, mengikuti kegiatan praktis, berkomunikasi, berkarya, melakukan aktivitas STEAM, hingga mempersiapkan diri sebelum pulang.

Program ini tersedia untuk anak usia 2,5 sampai 6 tahun, mencakup Kelompok Bermain, RA Kelompok A, dan RA Kelompok B. Jadwal Full-Day berlangsung Senin sampai Jumat pukul 07.30–16.00, sehingga cukup relevan bagi keluarga yang membutuhkan pendampingan anak sampai sore.

Hal yang menarik, kegiatan sore tidak dibuat sebagai pengulangan pelajaran pagi. Aktivitas dapat berupa practical life Montessori, permainan bahasa, percakapan bilingual, storytelling, permainan peran, proyek STEAM sederhana, aktivitas motorik, keterampilan sosial, perawatan lingkungan, hingga murojaah.

Kurikulum Menggabungkan Pendidikan Islam dan Keterampilan Hidup

TK Islam Impianku Malang menempatkan Tahfidz dan adab sebagai bagian dari keseharian anak, bukan sekadar sesi hafalan yang berdiri sendiri.

Pembiasaan dapat muncul ketika anak makan, berbicara dengan guru dan teman, menjaga kebersihan, meminta bantuan, menyelesaikan perbedaan, maupun merawat lingkungan. Dengan pendekatan seperti ini, nilai agama diupayakan hadir dalam kebiasaan sehari-hari.

Pendekatan Montessori Inspired juga digunakan untuk membantu anak membangun kemandirian melalui aktivitas konkret. Anak dapat belajar menyimpan barang, menuang, memindahkan benda, membersihkan tumpahan, merapikan meja, memakai sepatu, mengelola perlengkapan, hingga menyelesaikan sebuah aktivitas.

Kemandirian tidak berarti anak dibiarkan melakukan semuanya sendiri. Anak justru belajar mengenali kemampuan yang sudah dimiliki, mencoba dengan aman, dan memahami kapan harus meminta bantuan.

Quranic STEM dan Eksplorasi Sains

Program STEAM juga menjadi bagian penting dalam pengalaman belajar. Anak diperkenalkan pada Science, Technology, Engineering, Arts, dan Mathematics melalui aktivitas yang sesuai usia.

Misalnya, anak dapat mengamati perubahan, membandingkan bentuk dan ukuran, mencoba material berbeda, membuat perkiraan, membangun struktur, menguji cara kerja, lalu memperbaiki hasil ketika percobaan pertama belum berhasil.

Pendekatan tersebut membuat kegiatan sains tidak harus berupa teori yang sulit dipahami anak. Rasa ingin tahu justru dibangun melalui pengalaman langsung, permainan, percobaan sederhana, dan kesempatan bertanya.

Bilingual Digunakan dalam Situasi Sehari-hari

Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris digunakan secara kontekstual dalam berbagai rutinitas.

Anak dapat mendengar dan menggunakan bahasa ketika menyapa guru, meminta bantuan, memilih kegiatan, mengikuti arahan, bermain, makan, mengungkapkan perasaan, maupun menceritakan pengalaman. Pendekatan ini memberi anak paparan bahasa secara alami tanpa menuntut semua anak memiliki kemampuan berbicara pada tingkat yang sama.

Bagi orang tua, pola seperti ini dapat menjadi pertimbangan tersendiri. Bilingual tidak ditempatkan sebagai mata pelajaran yang terpisah dari kehidupan anak, tetapi masuk ke dalam komunikasi sehari-hari.

Makan, Istirahat dan Bermain Tetap Menjadi Bagian Program

Anak yang berada di sekolah sampai sore tentu membutuhkan jeda. Karena itu, Program Full-Day Impianku menyediakan makan siang, snack sore, serta waktu tidur, istirahat, atau calm time sesuai kebutuhan anak.

Waktu makan sekaligus dimanfaatkan untuk membangun kebiasaan seperti mencuci tangan, membaca doa, menggunakan perlengkapan makan, menjaga kebersihan, dan merapikan peralatan setelah selesai.

Untuk anak yang belum tidur siang, guru dapat mengarahkan kegiatan tenang seperti melihat buku, mendengarkan cerita, atau aktivitas individual sederhana. Artinya, waktu istirahat tidak harus selalu berarti semua anak tidur pada waktu yang sama.

Dua Kredensial STEAM untuk Peserta Full-Day

Salah satu aspek yang membedakan program ini adalah adanya kredensial STEAM bagi peserta yang menyelesaikan tahapan program yang ditetapkan hingga akhir.

Berdasarkan informasi program, peserta Full-Day memperoleh dua sertifikat kredensial, masing-masing dari Initiative Science Lab, Amerika Serikat, dan Quranic STEM Institute. Kredensial tersebut diberikan tanpa biaya tambahan dan menjadi dokumentasi bahwa anak telah mengikuti rangkaian pengalaman STEAM.

Penting untuk membedakan tiga hal. Akreditasi lembaga menunjukkan pengakuan terhadap institusi atau program. Sertifikasi SDM berkaitan dengan kompetensi tenaga pendidik atau pengelola. Sementara kredensial peserta merupakan dokumentasi pengalaman atau capaian belajar yang diperoleh anak setelah memenuhi tahapan program.

Impianku telah memperoleh akreditasi STEM internasional. Di sisi SDM, terdapat guru yang memiliki sertifikasi sebagai International STEM Tutor serta pengurus Yayasan yang memegang lisensi International STEM Master Trainer.

Sementara itu, kredensial STEAM diberikan kepada peserta setelah menyelesaikan tahapan program. Dengan demikian, ketiganya tidak seharusnya dianggap sebagai hal yang sama.

Bagi anak, kredensial tersebut dapat menjadi dokumentasi pengalaman belajar yang membantu menunjukkan keterlibatan dalam kegiatan STEAM. Dalam konteks pendidikan lanjutan, dokumentasi semacam ini juga dapat menjadi salah satu bahan pendukung ketika keluarga mempertimbangkan pendaftaran ke sekolah internasional, meskipun tentu bukan pengganti persyaratan penerimaan sekolah tujuan.

Pendampingan Anak dengan Rasio Guru yang Terjaga

Durasi panjang membutuhkan pendampingan yang memadai. Program Full-Day menerapkan rasio operasional satu guru untuk maksimal sepuluh anak. Apabila jumlah peserta lebih besar, jumlah guru disesuaikan agar rasio pendampingan tetap terjaga.

Rasio tersebut penting bukan hanya untuk kegiatan pembelajaran. Guru juga perlu memperhatikan transisi ketika anak datang, makan, bermain, beristirahat, berpindah aktivitas, mengelola emosi, sampai mempersiapkan barang sebelum pulang.

Profil guru Full-Day juga memiliki persyaratan pendidikan dan pengembangan kompetensi tertentu, termasuk latar belakang minimal S-1 PAUD atau Psikologi serta pelatihan Montessori atau sertifikasi STEM sesuai ketentuan internal program.

Asesmen Tidak Hanya Mengandalkan Nilai

Untuk anak usia dini, perkembangan tidak cukup dinilai melalui lembar soal. Karena itu, Impianku menggunakan asesmen autentik melalui observasi kegiatan harian, catatan anekdot, percakapan, dokumentasi karya, foto kegiatan yang relevan, portofolio, serta informasi dari keluarga.

Pendekatan tersebut memungkinkan guru melihat perkembangan anak dari berbagai situasi. Misalnya, kemampuan menyelesaikan tugas sederhana, berkomunikasi, menunggu giliran, mengelola emosi, merawat barang pribadi, atau bekerja sama dengan teman.

Orang tua yang sedang memilih program pendidikan sampai sore sebaiknya memang memperhatikan aspek ini. Jangan hanya melihat durasi layanan, tetapi juga bagaimana sekolah mengamati perkembangan anak dan berkomunikasi dengan keluarga.

Menjadi Rujukan Pembelajaran bagi Dunia Pendidikan

Kehadiran Impianku tidak hanya berkaitan dengan kegiatan pembelajaran untuk peserta didik. Lembaga ini juga menjadi rujukan pembelajaran lapangan bagi berbagai kampus serta lokasi studi tiru bagi kepala sekolah, pengawas, dan lembaga pendidikan dari Malang maupun luar Malang.

Hal tersebut menjadi salah satu informasi yang dapat dipertimbangkan ketika orang tua ingin melihat bagaimana sebuah lembaga PAUD mengembangkan praktik pembelajaran yang menggabungkan pendidikan Islam, Montessori Inspired, STEAM, bilingual, dan keterampilan hidup.

Kapan Program Full-Day Layak Dipertimbangkan?

Program seperti ini dapat menjadi pilihan bagi keluarga yang membutuhkan pendampingan anak sampai sore tetapi tetap menginginkan suasana pendidikan yang terstruktur.

Terutama bagi orang tua yang ingin anak tetap berada dalam satu lingkungan sekolah tanpa harus berpindah dari sekolah pagi ke tempat penitipan pada siang hari. Program juga dapat dipertimbangkan apabila keluarga mencari pendidikan Tahfidz, adab, Montessori Inspired, Quranic STEM, bilingual, practical life, makan, dan istirahat dalam satu rangkaian kegiatan.

Namun, Full-Day bukan otomatis pilihan terbaik untuk setiap anak. Kebutuhan usia, kesiapan berpisah dari orang tua, kemampuan beradaptasi, pola tidur, kondisi kesehatan, serta ritme keluarga tetap perlu diperhatikan.

Sebelum mendaftar, orang tua sebaiknya melakukan kunjungan langsung. Perhatikan lingkungan kelas, cara guru berinteraksi dengan anak, pengaturan waktu istirahat, kegiatan sore, kebersihan, keamanan, pola makan, hingga bagaimana sekolah menjelaskan asesmen perkembangan.

Dengan begitu, pilihan program bukan hanya berdasarkan label “Full-Day”, tetapi berdasarkan kecocokan nyata antara kebutuhan anak dan pola pendidikan yang diberikan.

Program Full-Day TK Islam Impianku pada akhirnya menawarkan pendekatan yang berbeda dari konsep penitipan biasa. Anak tetap mendapatkan pendampingan sampai sore, tetapi waktu tersebut diisi dengan pengalaman belajar, ibadah, bermain, beristirahat, berkomunikasi, dan membangun kemandirian secara bertahap.

Previous

Surety Bond untuk Kontraktor: Strategi Mengelola Risiko Kontrak Pekerjaan